Search Results for: jual bibit jabon merah

Perbedaan Jabon Merah dan Jabon Putih

Jabon Merah

Jabon Merah

Kami sering mendapat berbagai macam  pertanyaan mengenaiperbedaan  antara  jabon merah dan jabon putih,bahkan ada diantara beberapa  penjual bibit jabon yang mengatakan bahwa bibit jabon yang di pangkal daunnya terdapat warna  merah diklaim sebagai jabon merah.setelah kami melakukan pengamatan dan konsultasi terhadap beberapa ahli yang   sudah   lebih berpengalaman dan rekan rekan kami lainya maka akan berusaha memberikan penjelasan mengenai kedua jenis pohon jabon tersebut .

  • Jabon Merah ( Antocephalus Machropyllus ) memiliki ciri daun yang  kapes kapes mirip daun jati dan berbulu    warna daun bawah atas  cenderung agak kasar dan merah merata.
  • berat jeniskayu jabon merah hampir setara dengan  kayu  mahoni memiliki keras kelas III dan awet III- IV sementara jabon putih memiliki serat kayu putih kekuningan.jabon putih kelas keras IV dan kelas awet IV-V
  • Pertumbuhan jabon merah lebih lambat daripada jabon putih bila ditanam dilahan dan pemupukan setara dibuktikan dengan penanaman di pringsurat temanggung ,dimana jabon merahusia 5 tahun rata rata memiliki tinggi 10 meter dan diameter 16-20 cm,sementara jabon putih memiliki diameter rata rata 25- 30 cm dan tinggi 15 meter,hal ini tidaklah aneh karena secara hukum alam,semakin keras kayu,semakin lambat pertumbuhannya,hal ini pernah terjadi waktu demam jati emas,dimana di usia 7 tahun bisa berdiameter 25-30 cm,tetapi ternyata memiliki kayu yang empuk setara sengon,sampai saat ini belum ada ahli yang bisa merekayasa kekerasan dan kerapatan kayu,kecuali dengan merekayasa waktu pengolahan dengan perendaman dan pengovenan

Incoming search terms:

  • pohon jabon merah
  • jabon merah vs jabon putih
  • kayu jabon merah
  • budidaya jabon putih
  • perbedaan jabon merah dan putih
  • jabon merah
  • jabon putih
  • beda jabon merah dan putih
  • cara menanam jabon merah
  • perbedaan jabon merah dan jabon putih

Mengapa Investasi di Jabon?

"Menanam jabon seperti menanam emas"

“Menanam jabon seperti menanam emas”

Meningkatnya populasi penduduk menyebabkan peningkatan kebutuhan papan, sandang dan pangan. Kebutuhan papan dan sandang banyak dipenuhi dari bahan baku berupa kayu, sehingga industri kehutanan  yang berbasis kayu semakin berkembang pesat. Namun pada saat ini pasokan bahan baku dari hutan alam sudah semakin menurun, karena overexploitasi maupun bencana alam, sehingga laju kerusakan hutan alam di Indonesia telah mencapai angka 1,08 juta ha/tahun (Departemen Kehutanan, 2007).

Semakin menurunnya pasokan kayu dari hutan alam tersebut memicu berkembangnya keinginan nasional untuk: 1) mengembangkan dan mempromosikan industri-industri pengolahan kayu khususnya pulp dan kertas, dan 2) pengelolaan jenis pohon yang cepat tumbuh dan tegakan –tegakan monokultur,serta harapan yang besar terhadap produktivitas yang tinggi. Hal ini menyebabkan pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) berkembang dengan cepat di Indonesia. Menurut Ahmad (2000),saat ini pemerintah telah memberikan izin pembangunan HTI seluas +/- 7,5 juta ha, akan tetapi realisasi penanaman sampai dengan bulan September 1999 baru mencapai +/- 20.614.208,77 m3.

Walaupun berkembang pesat, namun bahan baku industri juga masih kekurangan bahan bakunya. Pada tahun 2007 pemerintah mengimpor bahan baku kayu sebanyak 104.431,31 m3. Untuk mengatasi kekurangan bahan baku tersebut diperlukan program pembudidayaan kayu secara komersial untuk menghasilkan kayu bermutu dengan nilai yang lebih tinggi.

Incoming search terms:

  • budidaya jabon merah
  • keuntungan jabon
  • Analisa keuntungan dan kerugian budidaya jabon merah
  • apakah jabon merah tanaman liar yg biasa tumbuh di hutan
  • investasi dalam bentuk tumbuhan
  • investasi kayu jabon departemen kehutanan